Loader
 

LSP Medika Kolegium Dokter Indonesia didirikan dengan dukungan Menteri Ketenagakerjaan

LSP Medika Kolegium Dokter Indonesia didirikan dengan dukungan Menteri Ketenagakerjaan

Jakarta–Inisiatif Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) untuk membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sekolah Tinggi Kedokteran Indonesia telah mendapat persetujuan Kementerian Ketenagakerjaan.

Salah satu syarat pembentukan LSP adalah kejelasan SKKNI yang akan menjadi alat ukur dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi, sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2016 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional dan Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Keberadaan LSP ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas, efektivitas, dan tingkat pelayanan yang diberikan oleh para dokter perusahaan. LSP ini harus dapat dipercaya dalam menjalankan seluruh prosedurnya” kata menaker. Usai menyambut audiensi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan bahwa LSP harus tidak dijadikan media atau wahana yang fokus mencari uang PP PDUI pada Senin, 10 Maret 2022, di Kantor Pusat Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta.

Sebagai kementerian yang bertugas menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI), Kementerian Ketenagakerjaan hingga kini telah membentuk 1.012 SKKNI, 858 diantaranya masih berlaku dan 154 sudah dicabut (dan tidak berlaku lagi).

“Salah satu SKKNI yang masih berlaku adalah SKKNI Jabatan Dokter Perusahaan yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri 159 Tahun 2016,” ujar Ida Fauziyah.

SKKNI yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan ini diberlakukan di tiga lembaga, menurut Ida Fauziyah. Pertama, sebagai alat untuk menciptakan program pelatihan, lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi. Yang kedua adalah LSP sebagai sarana pembuatan LSP dan sertifikasi. Ketiga, dunia usaha dan industri sebagai instrumen people development.

Sementara itu, lebih dari 89.000 dokter yang sebagian besar merupakan dokter umum yang tersebar di seluruh Indonesia, kini termasuk di antara 122.000 dokter dari berbagai disiplin ilmu yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menurut Dr. Abraham Andi Padlan Patarai, M. Kes, Ketua Umum PP PDUI. Jumlah dokter terbanyak disebar ke seluruh Indonesia dari Sabang hingga Merauke oleh PDUI, satu-satunya asosiasi di bawah IDI.

“Terkait dengan situasi tersebut, PDUI bersama Kolegium Dokter Indonesia dengan tiga kepentingan lainnya yaitu Perdaweri (Persatuan Dokter Anti Aging, Wellness, Aesthetic & Regenerative Indonesia), PDTDI (Dokter Transfusi Darah Indonesia) dan IDKI (Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia) ) bersama-sama menginisiasi LSP Indonesia,” ujarnya.

Biro Humas Kemnaker

Sumber: https://kemnaker.go.id/news/detail/menaker-dukung-pdui-dirikan-lsp-medika-kolegium-dokterindonesia
No Comments

Post A Comment